Teknik Burning Pada Photoshop

Berhubung dengan adanya permintaan informasi lebih lanjut mengenai teknik burning dengan menggunakan Photoshop, maka mamang berusaha untuk menjelaskan sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan mamang yang terbatas.

Sebelumnya, mamang mohon maaf, permisi, sampurasun pada para suhu photoshop jika ada yang merasa terusik oleh tulisan mamang ini.  Semua ini mamang tulis hanya untuk berbagi pengalaman dan wawasan saja.

Sebelumnya, mungkin ada baiknya dipahami dulu apa itu teknik burning (dan dodging).

Mulanya pada jaman kamera filem, manipulasi hasil cetak dilakukan sepenuhnya di kamar gelap.  Salah satu teknik manipulasi tersebut adalah dengan melakukan “penyinaran berlebih (burning) atau kurang (dodging)” pada area tertentu di bidang cetak.  Teknik ini akan menghasilkan “kepadatan” nada gambar yang bisa diatur pada area bidang cetak sesuai dengan yang diinginkan.  Teknik ini juga bisa dimanfaatkan untuk menyeimbangkan intensitas kecerahan pada bidang cetak sehingga dapat menghasilkan efek ‘isolasi’ terhadap object yang menjadikan object lebih dominan pada suatu foto.

Halah… susah juga ya bahasa nya.  Ya sudah, praktek di Photoshop saja langsung.

Pada photoshop, teknik burning (dan dodging) bisa diakses melalui icon pada toolbar :

burntool

klik untuk gambar lebih detail

Seperti yang dilihat, ada icon Dodge Tool dan Burn Tool.

Kali ini kita bahas mengenai Burn Tool saja dulu.

Pernah lihat foto yang seperti ini kan?  Karena keterbatasan ruang tembak, object dan backround nya menjadi terlalu ‘flat’ sehingga object seolah-olah “tenggelam” pada background.

sany0802_1

Salah satu kegunaan dari burn tool adalah untuk ‘mengisolir’ object dari background yang terlalu dominan – dengan cara menurunkan intensitas kecerahan dari bakcround itu sendiri.  Mengapa harus burn tool?  Kenapa tidak di timpah hitam transparan saja (misalnya 50%)?  Perbedaan dari burn tool dengan hitam transparan adalah burn tool tidak “menekan” detil dari gambar yang ditimpanya.  Sedangkan hitam (atau warna apapun) transparan akan mengurangi detil dari gambar yang ditimpanya.

Misalnya gambar di atas kita kuas-kuas dengan Burn Tool, sama seperti kita melakukan kuas dengan menggunakan Brush Tool, kita bisa mengatur diameter dari kuas dengan menekan tombol “[" untuk mengecilkan dan "]” untuk membesarkan.  Jika hanya tanda “+” yang muncul di layar, berarti Caps Lock anda aktif dan non-aktifkan caps lock untuk mendapatkan gambaran ukuran kuas.

Biasanya pertama-tama saya “mengkuas” areal di pinggir gambar.  Seperti dibawah ini :

sany0802_2

Kemudian terus mendekati areal sekeliling object seperlunya.  Burning tool bisa dilakukan berulang-ulang sampai didapatkan hasil yang diinginkan.

Ini contoh ekstrim dan ngasal nya – tidak mementingkan estetika dari hasil foto  :)

sany0802_3

Yah, paling tidak menjelaskan teknik burning :p

Selain itu burning tool juga bisa digunakan untuk menyeimbangkan foto yang over exposure sebagian, misalnya :

(contoh foto jelek lagi)

Foto asli, pucat, over exposure di langit yang berwarna putih.

dsc_0942_1

Pertama di burning dulu di daerah awan untuk meningkatkan detail.  Eh malah warna biru nya jadi terlalu ngotot.

dsc_0942_2

Selamatkan dulu densitas dengan menyalin layer, desaturate dan ganti mode nya jadi overlay.  atur transparancy sehingga didapat densitas yang pas.

dsc_0942_3

Waduh, masih terlalu silau euy di bagian tengah langit.  Ya udah, di bikin layer tambahan dengan isi gradien warna biru (diambil dari warna langit yang biru nya) ke transparan.  Mode nya rubah jadi darken supaya obyek yang ketabrak enggak jadi kebiru-biru an.  Atur juga transparansi layer sampai didapat tingkat yang ‘enak’.

dsc_0942_4

Lah.. hasilnya kok jadi berantakan gini yah?  Ya udah, ini memang cuma untuk contoh kasus saja.  Pada penerapannya sih mungkin dengan foto yang lebih baik, dan badan yang lebih segar akan memberikan hasil yang lebih baik.

Tapi prinsip dasarnya mudah-mudahan sampai ke tujuan.

Silahkan bereksperimen masing-masing.  There is no right or wrong in photography.  Just be honest and enjoy.

Waduh ngantuk juga nih, sudah hampir subuh….

Incoming search terms for the article:

Menarik juga! Kabari yang lain...

  • email
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Bookmarks
  • del.icio.us
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Technorati

Tags: ,

Leave a Reply