Pak Presiden Yth

Pak,

Pimpinlah bangsa ini seperti memimpin sebuah keluarga besar. Jangan pimpin kami seperti memimpin pabrik tekstil. Atau bahkan seperti memimpin BUMN. Jadilah bapak yang adil terhadap semua anak-anaknya.

Memang dalam setiap keluarga selalu ada yang baik dan kurang baik. Selalu ada yang sukses dan kurang sukses. Selalu ada yang mampu dan kurang mampu. Tapi dalam keluarga, seharusnya saling bantu dan saling mendukung. Jika ada anggota keluarga yang sakit selalu mendapat perhatian keluarga. Jika ada anggota keluarga yang senang anak selalu berbagi kesenangannya dengan anggota keluarga lain. Jika ada anggota keluarga yang berbuat kesalahan, keluarga akan selalu berusaha mengingatkan dan mengajak kembali ke arah yang benar.

Jika keluarga dalam keadaan sulit atau pas-pasan, maka bapak selalu mengutamakan kepentingan dasar keluarga dulu. Bapak tidak perlu dulu membeli mobil mahal untuk anak-anak kesayangan bapak toh mobil lama nya juga masih jauh lebih bagus dari rata-rata anggota keluarga lain. Atau membayarkan hutang anak-anak bapak yang sudah lebih dulu mapan. Masih banyak anak-anak bapak yang terpaksa berpisah dengan orang-orang tercinta karena masalah ekonomi. Seperti yang saya baca di salah satu tabloid yang saya jual, ada cerita mengenai kasus anak yang meninggal karena tidak bisa masuk ICU. Atau anak-anak jalanan yang setiap hari saya temui di pinggir jalan. Belum lagi anak-anak yang ‘kehilangan’ orangtuanya karena kedua orang tuanya harus bekerja dari pagi sampai petang hanya untuk bertahan hidup secara pas-pasan? Bagaimana dengan masa depan anak-anak kaum pas-pasan dengan biaya pendidikan yang setiap tahun selalu meroket? Bukankah mereka anggota keluarga kita juga?

Memang umur rejeki dan jodoh adalah rahasia Sang Maha Kuasa, tapi bukankah bapak juga dititipi amanat oleh Nya untuk memimpin negeri ini?

Pak, tolonglah – pimpin kami dengan adil, jadilah bapak seperti layaknya seorang bapak yang memimipin keluarga besar Indonesia.

Menarik juga! Kabari yang lain...

  • email
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Bookmarks
  • del.icio.us
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Technorati

Tags:

2 Responses to “Pak Presiden Yth”

  1. zabir says:

    kenapa nggak langsung kirim via pos ke istana ?

  2. tantesun says:

    gak tahu alamatnya :p

Leave a Reply