The world without walls

Memikirkan tembok di ujung jalan komplek. Baru ada beberapa bulan terakhir ini. Dulu tembok ini tidak ada. Dan saya masih berkeyakinan kalau tembok ini tidak seharusnya ada. Tembok inilah yang memisahkan "orang komplek" dengan "orang balong". Tembok inilah yang memisahkan "si gajian" dan "si wirausaha". Tembok ini juga yang memisahkan antara sang pendahulu dan sang pengikut.
Ah kenapa harus ada tembok ini. Dan tembok-tembok lainnya. Mengapa kita harus memisah-misahkan orang yang baik dan yang kurang baik. Yang punya dan yang kurang punya. Mengapa bukannya yang kurang baik dibuat agar lebih baik. Yang kurang punya diupayakan agar lebih punya. Dengan demikian, mungkin tidak pernah perlu ada tembok untuk memisahkan orang-orang.
Kecuali kalau blog ini disponsori oleh Pak Haji yang punya toko bahan bangunan didepan komplek.








