Mungkin agak terlalu sombong kalau disebut ‘freelancer’. Sebetulnya hanya bekerja (yang seharusnya) sambilan dari rumah. Seperti tukang jahit lepas yang menerima order jahit dari perorangan atau pabrik (makloon?) untuk dikerjakan dirumah, saya menerima pekerjaan lepas dari client sesuai dengan kapasitas saya dirumah. Karena saya cuma berpengalaman di dunia internet research, maka pekerjaannya pun tidak jauh dari hal tersebut. Bukan sebagai programmer, scripter, css-er ataupun pekerjaan high profile lainnya.
Kembali ke topik – kenapa saya menjadi freelancer. Kenapa ya? Mungkin bisa diuraikan seperti dibawah ini :
- Selepas PHK dari tempat kerja terakhir saya sebagai IT Technical Support, saya sudah terlalu tua untuk mencari pekerjaan formal lain. Selain itu, status pendidikan formal saya yang hanya lulus SMA menambah sulit suatu perusahaan untuk menerima saya sebagai karyawan. Hmmm… kayaknya terbalik prioritasnya ‘kenapa’ nya. Seharusnya poin ini adalah poin terakhir. Tapi gak apa-apa deh. Toh, ini yang alasan pertama melintas di benak saya. Mungkin karena sedang mendambakan gaji bulanan yang besar. Hehe.
- Sebetulnya alasan utama saya ber-freelance adalah: saya ingin terus bersama keluarga saya di rumah. Seorang istri yang (super) sabar dan dua orang anak laki-laki yang luar biasa. Saya ingin menghabiskan semua waktu saya menemani, membimbing dan menjaga amanat yang luar biasa ini. Tapi karena saya juga wajib untuk mencari nafkah, maka cara terbaik yang ada mungkin saat ini adalah ber-freelance.
- Bekerja dari rumah / ber-freelance tidak memerlukan mobilitas yang tinggi. Yang diperlukan hanyalah sebuah PC (Personal Computer) dan koneksi internet yang stabil. Kalau koneksi internetnya bisa cepat lebih baik lagi. Tidak perlu menghabiskan waktu di perjalanan, tidak perlu menghabiskan bahan bakar, ban, ataupun hal yang berhubungan dengan sarana transportasi. Jadi sebetulnya ber-freelance ikut membantu pemerintah dalam mengatasi masalah kemacetan dan berpartisipasi dalam penghematan bahan bakar dan pencegahan pemanasan global. Haha. Emang pemerintah mikirin yang beginian. Selain itu kalau kebetulan (dan kebanyakan, ah kayaknya sih semuanya deh) client kita adalah orang asing, apakah dari You Naited Setet ataupun negara lain manapun, maka secara tidak langsung kita telah membantu negara dalam penambahan devisa. Kan artinya kita bawa uang dari luar negeri. HAHA lagi. Emang pemerintah pernah peduli sama yang beginian.
- Selain itu, jam kerja nya pun tidak mengikat. Bisa jam berapa saja dan hari apa saja. Tidak perlu melihat kalender ataupun jam. Dan bisa dilakukan secara sambilan. Saya sering kalau kebetulan sedang ke pusat-pusat perbelanjaan melihat para penjaga toko waktu sedang tidak ada tamu / pembeli sering bengong ngobrol atau isi TTS. Mungkin kalau sekarang SMS an atau facebookan pakai hape ChinaBerry. Saya sering berkhayal, ah seandainya mereka tahu tentang dan mau ber freelancing dengan menggunakan netbook + mobile internet sambil nunggu toko, mungkin mereka akan lebih produktif dan akan bisa menabung untuk masa depan. Ah tapi cuma berkhayal saja.
Jadi, siapa yang mau ikutan jadi freelancer? Bisa coba lihat-lihat dulu di oDesk.com. Disana banyak sekali pekerjaan menanti. Ada terjemahan, web content, SEO, dan lain sebagainya. Yang gak ada itu pekerjaan ngabsen terus baca koran dan minum kopi. Haha!
Teratarik? Nanti saya bahas deh di artikel lainnya. Kalau sekarang harus kejar setoran dulu.
Sip!








