Posts Tagged ‘Facebook’

Baca sebelum Facebook

Monday, August 31st, 2009

Ada yang pernah baca dulu ketentuan di facebook sebelum mendaftar ataupun posting sesuatu di sana?

Kayaknya kalau baca dulu mah males deh mau fesbukan…..

Parahnya untuk halaman Indonesia ternyata ketentuan ini belum diterjemahkan.  Artinya jika Facebook “menawarkan” pengguna regional Indonesia untuk  menggunakan Bahasa Indonesia, bisa diartikan Facebook tidak mendukung pengguna Indonesia untuk mengerti ketentuan di Facebook.  Padahal banyak hal penting yang berkaitan dengan hak cipta intelektual.

Dan pembodohan dimulai disini : (termasuk saya didalamnya)

Makanya saya lebih suka platform Open Source, gak ribet.  Copyleft aja lah.  Kalau kepentingan yang banyak duit keganggu dikit aja pasti langsung ribut-ribut dengan pelanggaran hak cipta, tapi begitu ada aksi “panen” hak cipta seperti ini, semua orang adem-adem aja.

Ya udah lah, manfaatkan seperlunya saja.

Aseli nya bisa dilihat di link ketentuan atau terms di halaman facebook anda.

(more…)

Incoming search terms for the article:

Nyari Facebook tante-tante?

Friday, July 3rd, 2009

fb_tanteHehe.

Ternyata banyak yang keukeuh (ngotot) nyasar ke TanteSun karena nyari Facebook nya tante-tante :) .

Padahal enggak sengaja ‘menanam’ keyword.  Cuma hasil generic search nya Google saja.

Ngomong-ngomong soal keyword,  untuk mencari tahu “apa sih yang orang cari di internet” bisa dilihat melalui Google Insight.  Tapi itu sih hanya untuk data orang yang mencari melalui Google tentunya.

Incoming search terms for the article:

Haramnya Facebook

Saturday, May 30th, 2009
fakebook

This logo is for entertainment purpose only, no copyright infringement intended

Agak ngenes melihat dan mendengar berita tentang cerita ulama Jatim mengharamkan Facebook.  Pemikiran seperti ini sama saja dengan mengharamkan gelas karena bisa dipakai untuk meminum arak.

Kalau WC umum bau itu harus rajin dibersihkan dan dijaga kebersihannya bersama-sama bukannya terus dipasangin gembok.

Yang membuat saya agak kecewa dengan kinerja para ulama di Indonesia juga adalah saya sebagai umat yang ‘biasa-biasa’ sejauh ini selalu merasa kurang diayomi.  Idul Fitri saja bisa ada dua versi.  Cara baca ini baca itu ada banyak versi.  Mazhab (golongan) ini benar, golongan itu salah, dst.  Belum lagi kasus abon dan dendeng sapi mengandung daging babi kemarin.  Jadi kalau dipikir-pikir untuk menjadi tidak berdosa mungkin satu-satu nya jalan adalah dengan tidak berbuat apa-apa sepanjang hidup nya.  Jangan makan dan minum.  Jangan bernafas….

Ah, tapi hidup (waktu) itu adalah karunia dan amanat yang terlalu indah dan berharga untuk di tidak di apa-apa kan. Harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Mungkin ada saatnya hidup ini jauh atau dekat dengan kebenaran, sampai pada saatnya Kebenaran hakiki akan menampakkan wujud Nya. Segala sesuatu akan selalu ada saatnya.

Akhirnya, saya hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa Agama ku adalah hanya untuk ku dan Khalik ku… tidak untuk para ulama ataupun siapapun.

path8004

hmm..