Posts Tagged ‘freelance’

Telkomsel Flash semakin dekat dan semakin nyata (lambatnya)

Thursday, July 9th, 2009

Ampuuun… Telkomsel Flash semakin kesini kok semaikin lambat saja.  Rata-rata cuma bisa dapet 2-5kbps downstream nya.  Padahal sudah ngebela-belain gotongan komputer & meja nya ke kamar ‘nyamuk’  di lantai jemuran biar dapet pol sinyalnya.  Biasanya sih kondisi sinyal 1-2 strip saja masih bisa dapet 15kbps an, kalau di lantai jemuran alias di atas genteng sih bisa dapet 30kbps an.

Apakah mungkin :
Jumlah konsumen sudah tidak dibatasi, tidak sesuai dengan kapasitas jaringan – yang penting jumlah subscriber dulu, masalah kepuasan nomor seratus.  Sepertinya karena sudah jenuh dengan perang tarif antar operator, ada tendensi bahwa operator hanya mengandalkan keuntungan dari paket perdana atau keuntungan dari jumlah konsumen yang mendaftar.  Jadi dari subscriber fee nya sih persetan, mau gak puas ya pindah saja ke provider lain, nanti saya bikin program lain lagi supaya kamu pindah lagi dan saya getok lagi kamu di biaya instalasi atau administrasi atau pendafataran atau apa lah.  Contohnya, si mbok atau si mas-mas yang tiap minggu beli perdana karena ada paket ini atau paket itu.  Kalau dihitung-hitung mungkin operator sih masih untung jualan perdana karena ‘mulung muntah’ konsumen yang tidak puas atau merasa tertipu (tapi secara hukum tidak tertipu karena konsument tidak pernah dilindungi secara hukum di sini mah).  Akibat dari kondisi ini, operator sih mungkin bisa bertahan / untung tapi ini secara global merupakan pemborosan dan mengarah pada perilaku non produktif – konsumeris.

Perilaku konsumen yang tidak “bandwidth-friendly”.Banyak konsumen yang karena menggunakan paket ‘unlimited’ akhirnya memanfaatkan layanan secara kurang atau bahkan tidak bijaksana.  Dipakai untuk download filem atau lagu yang setelah selesai di download belum tentu di tonton atau didengarkan.  Seharusnya paling tidak operator mensosialisasikan kampanye ‘internet sehat’ atau cara berinternet yang benar (secara teknis maupun sosial) sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility bagi pelanggannya.

Liburan sekolah dan PilPres? Mungkin juga, karena anak-anak sekolah sedang liburan – akhirnya traffic internet menjadi relatif lebih padat.  Bahkan pada jam-jam yang biasanya ‘lowong’.  Selain itu, saya perhatikan juga sewaktu Pemilu Legislatif (dan mungkin akan berlaku di PilPres juga) akses internet menjadi sangat sulit dilakukan dan kalaupun bisa lamban sekali.  Mungkinkah KPU atau lembaga-lembaga yang melakukan “QuickCount” me’makan’ bandwidth internet lebih dari seharusnya?

Semua kemungkinan di atas tidak wajib dijawab, yang menjadi perhatian saya sebagai seorang ‘cyberbum’ alias gembel dunia maya yang mengais rejeki di dan dari internet, akses internet yang stabil dan bisa diandalkan adalah suatu hal yang mutlak diperlukan.  Tanpa itu, nanti saya gak bisa nyari nafkah dong …  so please deh Telkomsel!

Pekerja lepas

Tuesday, May 26th, 2009

Walah… pekerja lepas apanya tuh?  Kenapa kok bisa sampai lepas?

Maksudnya sih pekerja bebas, freelancer kalau bahasa keren nya sih.  Saya baru menekuni dunia ini kurang dari setahun – yaitu ketika Telkomsel merelease Flash Unlimited.  Kenapa?  Soalnya dengan adanya akses internet tanpa batasan dengan biaya cukup ekonomis ini saya dimudahkan untuk mengais rejeki melalui internet (dari rumah).

Seiring dengan perjalanan waktu saya menekuni dunia ‘freelancing’ ini … eit.. nanti dulu ah.  Kok saya merasa belum cukup pantas untuk menyebut diri seorang freelancer?  Yang ada dalam benak saya, seorang freelancer itu haruslah memiliki kemampuan profesional lebih dari pekerja rata-rata.  Kalau saya?  Desain belum gablek, coding apalagi – otak rasanya sudah terlalu bebal untuk diajak belajar lagi, terus apa dong?  Sejauh ini saya bekerja part time melalui internet baru untuk klien yang dengan sangat menyesal mungkin tidak boleh dan pantas saya kemukakan di sini. Part time  atau paruh waktu mungkin lebih cocok untuk menggambarkan sifat pekerjaan saya ini. (more…)