Posts Tagged ‘uang panas’

Mau Uang Banyak Mengalir ke Rekening Anda?

Monday, January 4th, 2010

Seperti iklan saja ya… Hebat! Baru satu hari saya dapat Rp. 5.115.206. Software penghasil uang, bisa dijalankan dari hp. Hebat!! Pemula jadi kaya mendadak dari handphone. Hanya 50rb software SMS pemburu rupiah dapat 2,5 juta per hari!

Banyak sekali cara mudah untuk menjadi kaya dari internet. Hanya dengan bermodalkan komputer yang terhubung dengan internet, maka uang akan terus mengalir ke rekening anda.

Mau tahu caranya?

(more…)

Ingin apa hari ini?

Saturday, September 12th, 2009

Ingin jalan-jalan?  Ingin belanja?  Keinginan jangka pendek dan jangka panjang.

Kalau saya mah lagi tidak ingin apa-apa.. Eh bohong ketang :

Saya ingin supaya keadilan ditegakkan seadil-adilnya, sampai tidak ada pembodohan di muka bumi Indonesia ini.  Saya ingin supaya Orang Indonesia BANGKIT!  Bangkit keinginannya untuk menegakkan keadilan.  Bangkit dari kebodohan yang selama ini diselimuti oleh status dan materi. Bangkit menjadi manusia sejati yang mempunyai KEINGINAN secara hakiki.  Keinginan untuk lebih baik dan lebih baik lagi setiap hari, setiap saat, setiap helaan nafas.

Ayo BANGKIT INDONESIAKU.  Jangan tidur saja dan dibuai mimpi-mimpi materialistis konsumeris dan kapitalis.

Pemikiran ini tercetus setelah mendengar wacana mengenai Sekolah Dasar di sekitar komplek.  Ada yang walaupun sudah pakai spanduk sekolah gratis tapi masih harus bayar uang bangku lah, yang guru nya suka ‘jual paksa’ buku paket lah, ada yang ‘wajib’ les lah.  Pagi-pagi sudah bikin bete.   Si cikal memang dalam setahun-dua ini akan memasuki jenjang pendidikan dasar.  Memang bisa dimengerti kalau Guru SD (Negeri) perlu uang tambahan untuk kebutuhan sehari-hari.  Tapi kalau sampai mengorbankan keadilan?  NO WAY HOSE!  Semua orang memang perlu mengisi perut, tapi kalau sampai ada unsur ke-tidak ridho an dan ketidak adilan dalam proses pertukaran nilai (antara jasa dan uang), jangan harap perut bisa kenyang.  Yang ada sih lapar aja terus walaupun sudah diisi juga.

Ah, mudah-mudahan kejelekan ini cuma ‘wacana’ dan tidak akan terbukti saat si cikal masuk SD tahun depan atau dua tahun lagi (soalnya umurnya baru 5 tahun, tapi sudah di TK B).

We’ll see…

Survey dapet $$$

Wednesday, August 26th, 2009

Baru nyoba-nyoba nih, survey site yang membayar $4 per survey.  Setiap survey terdiri dari dua website yang harus kita “komentari”.  Komentar bisa mengenai desain, fungsi ataupun isi dari website itu sendiri.  Tentunya dalam Bahasa Inggris :D

Sehabis signup, saya disodori oleh beberapa survey – jumlah tepat nya saya tidak ingat.  Sejauh ini sih sudah terkumpul $27 di account saya.

27Nah, ‘uang receh’ ini bisa dikumpulkan sampai jumlah tertentu untuk bisa kita ambil melalui account paypal kita.  Potongan?  Pasti ada :D   AW Survey akan memotong sejumlah uang dari ‘hasil kerja’ kita untuk bagiannya.  Yah, wajar lah kan dia juga cari untung.

Kalau untuk saya sih, cuma iseng-iseng berhadiah saja.  Kalau berhasil ya Alhamdulillah, kalau ternyata scam atau tipuan ya sudahlah :)

Sambil ngabuburit ada yang berminat?  Kalau ada, silahkan klik saja link ini.

Indonesia Juaranya!

Thursday, August 13th, 2009

Iya, kali ini Indonesia menjadi juara!  Dengan jumlah 103.777 website dibandingkan USA yang hanya 20,302 website dan negara-negara lain yang hanya sekitar ribuan website pada saat artikel ini ditulis.  Benar-benar fantastis!

Sebetulnya data dari mana sih?  Ini data jumlah “pendaftar” domain gratisan co.cc yang bisa diperoleh dengan mengklik banner di kanan halaman.  Domain gratisan ini mengingatkan saya pada domain gratisan dot tk (.tk) yang pernah booming beberapa tahun lalu.  Jadi, bagi yang berminat bisa membuat domain sendiri untuk blog misalnya dengan alamat domain www.namaanda.co.cc misalnya.  Dari situ alamat domain bisa diredirect ke lahan blog gratisan blogger dot com.  Contohnya bisa dilihat tapid.co.cc yang alamat aslinya adalah tapid.blogspot.com.

Kembali ke issue Indonesia jadi juara, ini buktinya :

indonesia_juara

Kalau gak percaya sih lihat langsung saja di sini.

Dan setelah dilihat-lihat, ternyata jumlah ini mungkin bisa tercapai karena banyaknya url redirect untuk halaman-halaman MLM, moneygame, iklan, dsb.  Statistik nya bisa dilihat di sini.

Jadi kesimpulannya, sebetulnya orang Indonesia sangat “melek” internet – terutama untuk hal gratisan yang bisa menghasilkan uang gampang – walaupun uang tersebut mungkin hanya ada di angan-angan ataupun jikalau nyata mungkin bukanlah uang yang diperoleh dengan usaha yang seharusnya.

Kalau buat saya pribadi sih, uang / gaji / jaminan penghidupan /materi dalam bentuk apapun haruslah didapat dari hasil apresiasi atas manfaat yang telah diberikan.  Itu baru halal. Misalnya tukang becak menerima uang bayaran ongkos setelah memberikan manfaat bagi penumpangnya dengan mengantarkan ke tujuan.

Nah, kalau lebih banyak otak yang sudah dikuasai oleh pemikiran “uang gampang”,  daripada “uang yang didapat dari manfaat” bisa dibayangkan betapa akan bobroknya nilai uang sehingga hanya akan memperbesar jurang kesenjangan sosial di negeri juara ini.

Ampun deh! Kreatif dong…

Thursday, August 6th, 2009
keyword

Maaf, beberapa keyword saya 'sensor' - kurang pantas untuk ditayangkan

Menggunakan kata-kata kunci pornografi demi popularitas dan traffic (dan ujung-ujungnya demi uang gampang) hanya akan menambah masalah bagi para ‘pengais rejeki’ dari internet.

Masih belum jera dengan diblokirnya program Google Adsense untuk Indonesia?

adsense

Yang ini karena para 'pengais rejeki' kita yang 'kurang' jujur - akhirnya distop programnya

Entah apa lagi nanti penalti bagi blogger Indonesia karena terlalu banyak ‘nyampah’ dan berlaku tidak baik.

Uang Panas

Friday, July 10th, 2009

Pagi-pagi udah ngelantur… abis kemarin ada pekerjaan, internet nya super lelet.  Sekarang internet nya bisa dipakai, pekerjaan nya habis.  Heuheuy deudeuh!

Baru beberapa hari ini, coba-coba iseng gabung dengan AdsenseCamp (adsense lokal) untuk menayangkan iklan-iklan di TanteSun. Ceritanya sih cari income tambahan walaupun popularitas TanteSun masih jauuuuh dari sukses.  Setelah memperhatikan iklan yang ditayangkan, sebetulnya secara pribadi saya sedikit kecewa dan prihatin karena ternyata isi iklannya kebanyakan adalah link kepada situs-situs “uang cepat”, “bisnis internet”, “sekian rupiah per hari mengalir otomatis ke rekening anda” dsb.

Rupanya fenomena “gila uang”  secara sukarela ataupun terpaksa sudah merasuki banyak sekali orang Indonesia.  Paling tidak dalam kasus ini yang menggunakan internet untuk mengekspresikan “kegilaan”nya.  Buat saya sih sah-sah saja, tidak ada masalah.  Seperti halnya bisnis MLM dengan berbagai kedok dan metoda presentasi yang bisa mengecoh dan membuai orang-orang pada mimpi kapitalis bahkan sampai arisan berantai (atau mungkin lebih tepat disebut “penipuan berantai”?).

Yang saya fikirkan hanyalah, apakah kegiatan-kegiatan ini tidak akan menambah parah nilai uang kita?  Jika dibiarkan dan lebih banyak lagi uang yang beredar pada sektor “abu-abu” seperti ini, apakah dapat semakin menjerumuskan nilai uang kita pada manfaat nol?

Saya mempunyai keyakinan (dan mudah-mudahan akan tetap bertahan seperti ini) bahwa setiap rupiah uang yang saya peroleh adalah merupakan apresiasi atas setiap manfaat yang telah saya berikan.  Saya berbicara seperti ini diluar konteks dan konsep “rejeki” yang ada pada semua agama di muka bumi ini lho yah.  Jadi jangan jadi menganggap saya takabur dan melupakan Tuhan sebagai “pemberi rahmat”.  Setiap pertukaran manfaat dengan uang haruslah dengan sukarela.  Diluar itu, artinya ada yang dizolimi.  Kalau sampai terlalu banyak uang yang beredar diluar manfaatnya, mungkin hal ini akan menyebabkan “kesenjangan” rejeki atau lebih populer dengan istilah kesenjangan sosial.

Seorang pedagang memberikan manfaat kemudahan bagi konsumennya untuk memperoleh barang kebutuhan nya yang ditukarkan dengan uang yang sering didefinisikan sebagai “keuntungan dagang”.  Seorang petani memberikan manfaat kemudahan bagi semua orang untuk memperoleh hasil pertanian, dst.  Semakin besar manfaat yang diberikan, seharusnya wajar kalau apresiasi nya pun semakin besar.  Sifat adil ini lah yang mungkin tidak terdapat di setiap individu atau kalaupun ada, tingkat intensitasnya pada masyarakat kita terlalu jauh nilai deviasi nya.

Ah sudah lah, mau berpanjang lebar kiyai pun bukan – ilmu nya masih jauuh banget dari matang, dosen pun bukan karena kuliah pun gak selesai.

Akhir kata : berhati-hatilah dengan bujukan “cepat kaya” atau “uang mudah” dsb pada iklan-iklan di internet ataupun dimana pun.  Bukannya saya tidak butuh uang, saya juga manusia dengan kebutuhan dan kesalahan.

Cuma setan sudah jauh lebih canggih akhir-akhir ini.